Home » Berita Terkini » AHRC Sebarkan Video TNI Siksa OPM
;

AHRC Sebarkan Video TNI Siksa OPM

AHRC Sebarkan Video TNI Siksa OPM.Kasus penganiayaan yakni TNI siksa OPM mulai terungkap. Video yang diupload di youtube itu disebarkan oleh AHRC atau Asian Human Rights Commission. Organisasi yang bermarkas di Hongkong,mengaku pihaknya menyebarkan video dugaan penyiksaan warga Papua oleh TNI.
Aksi dugaan penyiksaan tersebut disebarkan lewat Youtube pada akhir pekan tetapi kini telah dicabut. Dalam rekaman antara lain terlihat seorang pria Papua yang alat kelaminnya dipukul dengan sebatang benda saat diinterogasi. Direktur Eksekutif Asian Human Rights Commission, Wong Kai Shing mengaku menyebarkan rekaman. Dia memastikan rekaman itu asli yang didapat baru-baru ini tetapi tidak bersedia membeberkan sumbernya.

Lebih lanjut dia menjelaskan video terdiri dari dua bagian. Bagian pertama terlihat beberapa pria berseragam TNI menyiksa warga di suatu tempat di Papua. Video pertama menunjukkan prajurit TNI menangkap beberapa penduduk setempat dan meminta mereka berbaring di tanah.
“Mereka meminta mereka memberikan informasi mengenai nama-nama para separatis. Video ini terutama menunjukkan perlakukan buruk militer terhadap warga Papua,” tambang Wong Kai Shing.
Sedangkan di bagian kedua tampak sekelompok pria menginterogasi seorang pria Papua dan tidak tampak mengenakan seragam polisi maupun TNI. Bahkan salah satu pria terlihat menginjakkan kaki pada pria yang diinterogasi hanya dengan mengenakan sandal. Bagaimanapun, Mabes Polri menyatakan kepolisian akan menyelidiki dugaan penyiksaan terhadap warga Papua.
Kabid Penerangan Umum Mabesl Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto mengatakankasus ini akan ditangani oleh Polda Papua.
“Kita nanti akan mengembalikan masalah ini kepada Polda Papua supaya agak gampang, apakah ini benar atau rekayasa. Kalau benar mereka harus mencari, apalagi nanti ada pengaduan masyarakat kepada polisi bahwa telah terjadi suatu penganiayaan dan lain sebagainya.
Polisi Papua akan mencari tahu siapa pelakunya tetapi kalau cuma rekayasa dengan maksud yang belum kita ketahui karena kita belum tahu siapa pelakunya, kita juga akan menyelidiki masalah itu,” kata Marwoto Soeto kepada BBC Indonesia.
Setelah diadakan penyelidikan, lanjutnya, polisi akan mengetahui lebih baik fokus penyelidikannya nanti.
“Kalau memang itu benar-benar penganiayaan, ada pelanggaran HAM dan sebagainya. Kalau memang pelakunya dari TNI, kita koordinasi dengan POM yang ada di sana,” tambahnya. sumber : BBC

diposting oleh : Berita Terbaru 2010 untuk health info and tips serta berita terkini dan berita bola yang merupakan versi bahasa indonesia dari trend news dan daily news dari pemilik blog introducing broker dan forex broker serta software forex yang memiliki toko online dan di beri nama online dog stores atau disebut juga dog stores sebagai penghasilan di internet lihat profile saya disini

toko buah merah