Dolar Amerika Masih Di Level Tinggi

Dolar Amerika Masih Di Level Tinggi

Dolar Amerika Masih Di Level Tinggi

Dolar Amerika beredar di atas level tertinggi dalam dua bulan jelang NFP AS terhadap mata uang-mata uang mayor di hari Selasa (31/05) siang ini seiring dengan tumbuhnya ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga AS dalam waktu dekat. Akan tetapi, Greenback tak mampu mengungguli Dolar Australia yang melonjak tinggi disebabkan oleh kuatnya data ekonomi Australia yang mematahkan prediksi.

Indeks Dolar terhadap enam mata uang mayor meningkat menuju angka 95.968 pada hari Senin kemarin, setelah melompat 4.4 persen dari level rendah 15 bulan tepatnya pada level 91.919. Indeks Dolar terakhir menduduki angka 95.662.

Pendukung paling anyar bagi Bull Dolar AS datang dari Ketua The Fed, Janet Yellen, yang pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat merupakan kebijakan yang sesuai, terutama jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus menunjukkan peningkatan.

Euro tergelincir menuju level rendah 1.1097, level terendahnya sejak pertengahan Maret pada Senin kemarin. Saat berita ini ditulis, EUR/USD sudah mencapai psosisi 1.113, menurun dengan total 2.7 persen dalam empat bulan terakhir. Dolar juga kembali menguat terhadap Yen, dengan USD/JPY yang menyentuh 111.20 dimana sebelumnya merosot ke level 110 karena data ekonomi Jepang yang lebih baik daripada prediksi.

Terhadap Poundsterling, Dolar AS melemah 0.4 persen ke angka 1.4690, mendekati level tinggi tiga pekan 1.4738 yang tercapai pada pekan lalu. Sterling sendiri mendapatkan dukungan dari polling sementara referendum keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dimana hasil menunjukkan sebagian besar suara masih menginginkan Inggris menjadi anggota Uni Eropa. Selama volatilitas Poundsterling masih belum jatuh, ini artinya para pemain pasar masih mewaspadai referendum Brexit 23 Juni mendatang.

Menurut Koichi Takamatsu, manajer di Nomura Securities, apabila data NFP AS pada hari Jumat depan menunjukkan pertumbuhan yang solid dan apabila Yellen menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga lagi pada hari Senin mendatang, maka kemungkinan besar Dolar akan menembus ke atas puncak yang terbentul pada bulan April. Tetapi, skenario tersebut tidak akan terwujud jika momok kenaikan suku bunga justru melukai sentimen risiko, sehingga menekan turun harga-harga aset berisiko, tambah Takamatsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *