Cara Membaca Grafik Candlestick

Cara Membaca Grafik Candlestick

Cara Membaca Grafik Candlestick

Perhatikan gambar diatas ini. Ini disebut “ Candlestick chart ” karena bentuknya yang seperti lilin. Grafik ini diambil dari Tusarfx, penyedia realtime chart untuk forex. Selain tusarfx ada banyak penyedia chart lainnya yang dapat diakses dengan cuma-cuma tanpa harus membayar sepeser pun. Masing-masing penyedia memiliki chart dan tampilannya yang berbeda satu sama lain. Tidak menjadi masalah karena jikalau kita bisa menggunakan satu buah chart platform pun seharusnya platform lain hanya membutuhkan sedikit penyesuaian.

Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana, harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.

Sebenarnya ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Namun candlestick memang lebih banyak digunakan oleh para trader karena tampilannya yang representatif alias mudah dibaca.

Gambar diatas adalah grafik untuk nilai tukar EUR/USD. Jika Anda melihat garis itu adalah harga terakhir dari nilai EUR/USD yaitu sebesar 1.1284 Artinya satu EUR harganya USD 1.1284. Lihat juga tulisan kecil di bagian kiri atas yang tertulis “M30 = minutes 30. Itu artinya satu candle (satu batang) mewakili pergerakan harga untuk tiga puluh (30) menit.

Interpretasi candlestick didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna putih artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau closing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Jika memakai istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna putih adalah Bullish pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern.

Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Tidak masalah, bergantung masing-masing chart provider dalam memberikan warna.

Sekarang muncul pertanyaan, apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada candle sebelumnya? Tidak. Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut “gap.” Gap biasa digunakan para analis teknikal untuk memprediksi harga.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui kunci pembacaan grafik forex paling tidak sudah bisa meraba arah pergerakan harga. Mungkin Anda berpikir: “Gotcha! Akhirnya aku sudah bisa membuka real account! Woo hoo…” Tunggu dulu. Bisa membacanya belum tentu bisa mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *