Jenis-Jenis Grafik Forex

Jenis-jenis Grafik

Jenis-Jenis Grafik Forex

Dikarenakan keseharian Anda bertrading forex kelak tidak akan lepas dari grafik forex maka menguasai grafik dan memahami cara pembacaan grafik adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Bertrading forex tanpa bisa membaca grafik? Itu sama saja menjalankan kendaraan tanpa setir! Jadi cukup gas dan rem saja dan kita lihat bagaimana hasilnya.

Ada berbagai macam jenis grafik yang biasa digunakan ketika Anda bertrading forex. Namun secara garis besar grafik forex terdiri dari beberapa jenis:

1. Line Chart
2. Bar Chart
3. Candlestick Chart

Berikut adalah gambar masing-masing grafik untuk mata uang EURUSD:

Jenis Jenis Grafik Forex

Jika dimasa sekolah dahulu kita sudah mengenal Bar Chart dan Line Chart, mungkin dot dan candlestick terdengar asing bagi Anda. Kabar buruknya, kita akan menggunakan Candlestick. Kabar baiknya, itu tidak susah untuk dipelajari.

Ada juga beberapa grafik custom lainnya yang sangat jarang digunakan oleh trader-trader pemula. Beberapa jenis grafik didesain untuk memprediksikan batas-batas pergerakan harga (support dan ressistance) sedangkan lainnya digunakan untuk menyederhanakan fluktuasi pergerakan mata uang tertentu. Jangan khawatir, bahkan tanpa perlu mempelajadi ilmu grafik seperti itu pun Anda dapat membuat profit pada forex trading. Cepat atau lambat nanti Anda akan mempelajari bahwa penentu profit terbesar ada pada sikap mental yang siap dan disiplin.

Bar chart lebih sering digunakan oleh para trader Amerika dalam menganalisa pergerakan mata uang. Sementara trader Asia dan Eropa lebih sering menggunakan Candlestick dalam melakukan analisa teknikal. Untuk Line Chart dan Dot Chart penggunaannya sangat terbatas pada lingkungan tertentu saja. Hal ini disebabkan informai yang disampaikan pada line chart dan dot chart tidak selengkap Candlestick dan Bar Chart.

Candlestick sendiri selain mampu menginformasikan pergerakan harga pada jam tertentu, pembacaannya jauh lebih mudah dikarenakan menambahkan warna pada grafik-grafiknya. Dengan demikian Anda tidak perlu lagi membedakan apakah grafik yang sedang dianalisa adalah grafik naik atau grafik turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *